Oleh: daris84 | 12/13/2008

OBYEK WISATA KOTA SEMARANG

Kota Semarang sebagai daerah tujuan wisata memiliki obyek wisata andalan antara lain:
Tugumuda

Adalah monumen bersejarah yang terletak di tengah kota. Monumen ini dibangun guna mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang pada tanggal 14 – 19 Oktober 1945 melawan Tentara Jepang, dimana dalam pertempuran ini banyak para pemuda-pemuda Semarang banyak yang gugur. Monumen ini dibuat berbentuk lilin pada kaki-kakinya terdapat beberapa relief yang menggambarkan penderitaan rakyat pada masa itu. Monumen ini diresmikan pada tanggan 20 Mei 1953 oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno

Simpang Lima, dalam radius 1 km tempat wisata ini mudah dijangkau dari penjuru kota, tempat ini terletak di tengah kota di persimpangan Jl. Pahlawan, Jl. Pandanaran, Jl. Gajahmada, Jl. KH.Achmad Dahlan dan Jl. A. Yani.

Lawang Sewu

Image

Lawang Sewu tampak dari depan

Terletak di komplek tugumuda, dahulu merupakan gedung megah berbaya art deco, yang digunakan Belanda sebagai kantor pusat kereta api ( trem ), atau lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij ( NIS ). Bangunan karya Arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag menurut catatan sejarah dibangun tahun 1903, kemudian diresmikan pada tanggal 1 juli 1907.Masyarakat Semarang lebih mengenal gedung ini dengan sebutan Gedung LaswangSewu, mengingat gedung ini memiliki jumlah pintu dalam jumlah banyak, yangt dalam arti kiasan banyak berarti jumlahnya seribu atau lebih , yang dalam bahasa jawa LawangSewu.Lawang berarti pintu dan Sewu berarti seribu.

Image

Tampak dari samping
Image

Salah satu lorong di Lawang Sewu

Dalam perkembangannya setelah kemerdekaan digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Indonesia ( DKARI ) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia. Kemudian untuk kepentingan militer, yaitu sebagai kantor KODAM IV Diponegoro ( yang kini dipusatkan di Watu Gong ), dan terakhir digunakan sebagai Kantor Wilayah Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Saat ini gedung yang masuk dalam 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang digunakan sebagai objek wisata dengan fasilitas berupa peninggalan sejarah arsitek bangunan kuno dan antik, ada ruang bawah tanah dan menara informasi, sering pula digunakan sebagai tempat pameran dalam event tertentu.

Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)

Yaitu sebuah taman wisata yang terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Sriwijaya No. 29 Semarang dengan luas lahan 89.926 m2. Selain terletak pada posisi strategis, taman ini memiliki kontur tanah dan pepohonan tua dan rindang yang bila ditata dan dikelola secara professional akan menjadi salah satu sarana rekreasi yang layak jual dan berpotensi menarik minat wisatawan.

Manajemen TBRS sampai saat ini terkesan belum memiliki konsep yang jelas, atau setidaknya belum tersentuh arsitektur yang memiliki daya tarik. Infrastruktur dan isi taman tersebut selain tidak terawat, juga belum memilki karakteristik yang dapat menggambarkan sebuah kawasan wisata yang layak dinikmati.

Karena itulah agar taman tersebut dapat memiliki nilai tambah ( added value ) dan nilai jual, maka perlu dilakukan penataan ulang kawasan TBRS dengan konsep yang jelas dan terpadu yang sesuai dengan kontur lahan yang ada.

Taman Lele

Taman Lele mempunyai luas ± 22.173 m2 merupakan asset yang dimiliki Kota Semarang, terletak lebih kurang 7,5 km dari pusat kota, berada di tepi jalan raya (Mangkang) menuju kota Jakarta. Selain terletak pada posisi strategis, taman ini memiliki kontur tanah dan pepohonan yang apabila ditata dengan terencana akan menjadi salah satu sarana rekreasi yang layak dijual dan ber potensi menarik minat wisatawan.

Sampai saat ini obyek wisata Taman Lele dalam pengelolaannya masih belum memiliki konsep yang jelas. Hal ini setidaknya terlihat pada land scape yang belum tersentuh oleh arsitektur yang memiliki daya tarik. Infrastruktur dan isi taman ini selain kurang terawat juga kurang terfokus, kondisi ini mengakibatkan Taman Lele tidak memiliki karakteristik yang dapat menggambarkan sebuah kawasan wisata yang layak dilihat dan dinikmati.

Goa Kreo
Goa Kreo adalah sebuah goa kecil yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijogo saat mencari kayu jati guna membangun Masjid Agung Demak. Ketika itu menurut legenda Sunan Kalijogo bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut. Kata “Kreo” berasal dari kata “Mangreho” yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai pennggu. Selain menikmati pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk serta bertemu dengan kera penunggu kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmati aliran sungai yang dingin dan segar di bagian bawah daerah ini.

Tanjung Emas
Semarang memiliki pelabuhan besar yang terkenal sejak jaman penjajahan Belanda yaitu Tanjung Mas, dan banyak kapal besar merapat. Sebagai tempat rekreasi pelabuhan yang terletak di jalan Yos Sudarso arteri Semarang ini memiliki fasilitas : perahu sewa, kolam pancing, danau buatan, arena grass track, jogging track.Pelabuhan Tanjung Mas dilengkapi dengan pelabuhan penumpang, pelabuhan bongkar muat, pelabuhan kontainer.

Pantai Marina
Pantai Marina adalah tempat rekreasi berupa kolam renang dan pemandangan pantai karena terletak di pinggir pantai Semarang. Selain menawarkan fasilitas kolam renang pengunjung juga bisa menikmati fasilitas taman bermain, gazebo, lapangan volley pantai dan rekreasi air.

Kampoeng Laut
Obyek Wisata ini terletak pantai berdekatan dengan komplek PRPP dan Taman Miniatur Jawa Tengah Maerokoco. Kolam Pemancingan , dengan arena pancing terlengkap diatas area 2 hektar, 104 lapak, ditunjang dengan Rumah Makan yang dipadukan dengan suasana pedesaan.

Puri Maeromaerokoco
Sebuah obyek wisata yang berada di komplek Tawangmas PRPP ini dimaksudkan sebagai Taman Mini Jawa Tengah yang merangkum semua rumah adat yang disebut dengan anjungan dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Di dalam rumah-rumah tersebut digelar hasil-hasil industri dan kerajinan yang diproduksi oleh masing-masing daerah. Selain menampilkan rumah-rumah adat, obyek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi air seperti sepeda air, perahu juga kereta bagi pengunjung.

Taman Satwa di Wonosari
Taman Satwa di Wonosari adalah Kebun Binatang Semarang pemindahan dari Kebun binatang Tinjomoyo. Terletak di lokasi yang sangat strategis karena berada di dekat jalan utama Semarang – Jakarta. Jaraknya hanya 15 km dari Semarang dan sangat mudah untuk dicapai dengan berbagai jenis kendaraan baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum.Disamping koleksi berbagai hewan, taman satwa ini juga dilengkapi dengan wisata air. Pembangunannya terus berlangsung untuk melengkapi fasilitas demi kanyamanan dan kepuasan pengunjung.

Gereja Blenduk
Dibangun pada tahun 1750 dan dipugar pada tahun 1894 HPA de Wilde dan Westmas, gereja ini merupakan peninggalan Belanda. Disebut gereja Blenduk karena bentuk kubahnya yang seperti irisan bola, maka orang mengatakan ‘mblenduk’. Menempati areal seluas 400 m², bangunan ini berbentuk segi delapan beraturan (hexagonal) dengan penampil berupa bilik-bilik empat persegi panjang dan sisi sebelahnya berbentuk salib Yunani. Bentuk ineriornya seluruhnya bercirikan Belanda yang dihiasi sulur tumbuhan yang tertata dari bahan sedangkan pada balkonnya mempunyai bentuk keindahan interior yang unik. Sebagai salah satu bangunan kuno di lingkungan Kota Lama, bangunan ini bisa dikunjungi setiap hari.

Museum Ronggowarsito
Museum yang terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh ini merupakan museum terlengkap di Semarang yang memiliki koleksi mengenai sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Dengan nama yang diambil dari salah satu pujangga Indonesia yang terkenal dengan hasil karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan, museum ini menempati luas tanah 1,8 ha. Museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00-14.00 WIB kecuali hari Senin.

Museum Mandala Bakti
Sebagai museum perjuangan ABRI, museum ini menyimpan berbagai koleksi tentang data, sejarah dan dokumentasi, dan senjata-senjata baik tradisional maupun modern serta peralatan yang digunakan dalam perang saat mempertahankan kemerdekaan.

Simpang Lima
Salah satu tempat yang memberi ciri khas bagi kota Semarang adalah Simpang Lima. Tempat ini merupakan alun-alun yang berada di tengah-tengah persimpangan Jl. Pandanaran di sebelah barat, Jl. A. Yani di sebelah timur, Jl. Gajahmada dan Jl. Pahlawan di sebelah timur, sementara disebelah timur laut ada Jl.KH. Ahmad Dahlan.

Makam Ki Ageng Pandanaran
Ki Ageng Pandanaran adalah Adipati Semarang yang pertama dan tanggal diangkatnya beliau sebagai adipati dijadikan hari jadi Kota Semarang. Dengan demikian beliau dianggap sebagai pelopor berdirinya kota Semarang. Ki Ageng Pandan Arang atau Pandanaran meninggal pada tahun 1496. Tempat ini banyak dikunjungi oleh peziarah terutama pada acara khol meninggalnya beliau. Makam Ki Ageng Pandanaran ini berada di Jl. Mugas Dalam II / 4 Semarang.

Taman Rekreasi Wonderia
Arena bermain anak-anak seperti boom-boom car, jet coaster, bianglala, rumah hantu, kereta mini, pesawat luncur.Selain itu Taman Ria “Wonderia” juga dilengkapi panggung terbuka yang menampilkan atraksi musik juga digunakan untuk ajang festival musik. Lokasi yang mudah dijangkau karena lokasinya dipusat kota yaitu di Jl. Sriwijaya, dengan tempat parkir yang luas

Warung Semawis
Merupakan stand penjual aneka makanan yang dikenal paling enak di Semarang. Stand ini digelar di ruang terbuka sepanjang jalan dengan tatanan meja-meja makan dan tenda disebelah tengah. Warung Semawis merupakan tempat ideal bagi keluarga untuk bersantai sambil menikmati makanan dibawah tebaran bintang dan sinar bulan. Tersedia berbagai menu makanan seperti nasi pela, bakmi jowo, aneka masakan oriental khas Gang Warung, Es Marem, Soto, aneka bubur, sate, ayam goreng dsb. Masyarakat yang datang dapat memilih makanan dan akan diantar ke meja dengan harga terjangkau. Lokasi di Jalan Gang Warung, Kelurahan Kranggan, Semarang Tengah. Dibuka setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu mulai jam 17.00 – 23.00 WIB.

Museum Jamu Nyonya Meneer
Terletak di Jl. Kaligawe, museum ini didirikan pada tanggal 18 Januari 1984. Sebagai pusat informasi, promosi dan sebagai media untuk melestarikan warisan budaya tradisional, tentang jamu yang berkhasiat dimana semua bahannya didapat dari tanah air kita sendiri. Museum Nyonya Meneer menempati ruang seluas 150 m² yang menyimpan berbagai koleksi benda budaya tentang jamu serta koleksi pribadi Nyonya Meneer yang berupa foto-foto dan sejarah cara pembuatan jamu dengan menggunakan alat-alat tradisional (lumpang dan alu, pepesan, cuwo, panel dan bothekan/tempat menyimpan resep asli ramuan jamu). Museum dibuka setiap hari Senin-Jumat pada jam 10.00 – 15.30 WIB. Di sini pengunjung tidak dipungut biaya, selain itu pengunjung dapat menyaksikan pemutaran slide tentang tata cara proses pembuatan jamu serta dapat mencoba serbat hangat Jamu Nyonya Meneer.

Museum Jamu Jago dan Muri
Meseum yang memiliki koleksi foto-foto, slide dan peralatan tradisional pembuatan jamu pada masa lalu ini berlokasi di Jl. Setiabudi No.179 Srondol Semarang. Museum ini didirikan oleh perusahaan Jamu Jago sebagai pusat informasi dan promosi hasil jamu. Sementara itu museum MURI mengoleksi catatan rekor maupun prestasi luar biasa yang dimiliki orang-orang Indonesia, tercatat 142 data mengenai orang-orang dengan keistimewaan seperti : terberat, pinggang teramping, rambut terpanjang, dan lain-lain.
Disini pengunjung tidak dipungut biaya dan dibuka pada hari Senin – Jumat dari 08.00-16.00 WIB. Pengunjung akan dihibur dengan kesenian karawitan baik yang dilakukan oleh karyawan-karyawati ataupun orang-orang cebol.

Agro Wisata Sodong
Obyek wisata agro yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Semarang ini berada sekitar 20 km dari pusat kota. Kawasan dengan luas areal 350 ha ini juga mengembangkan pertanian, perkebunan dan perikanan selain juga direncanakan akan dibangun kolam renang dan permainan anak. Dengan suasana asri pedesaan, pengunjung akan dapat menikmati kebun bunga dan buah seperti rambutan ataupun sayuran, seperti mentimun dan jagung manis.

Polder Tawang
Menurut fungsinya Polder Tawang merupakan suatu sistem untuk memproteksi air limpahan dari luar kawasan dam mengendalikan muka air di dalam Kota Lama. Komponen sistem polder ini terdiri dari : tanggul, pintu air, saluran, kolektor, pompa air dan kolam retensi.


Wisata Pantai di Kaligung
Setiap hari, ratusan penumpang berjejal memenuhi kereta Kaligung jurusan Semarang-Tegal. Empat gerbong rasanya belum cukup menampung para komuter ini. Melihat situasi ini, mengapa PT KAI tidak menambah gerbong, atau jadwal keberangkatan kereta?
Sebagai pelanggan Kaligung, saya merasa tidak nyaman kalau setiap kali naik, harus berjejalan dengan ratusan penumpang lainnya.

Memang, menurut peraturan, ada toleransi penambahan penumpang sebanyak 50 persen untuk kereta api kelas ekonomi, dan 20 persen untuk kelas bisnis. Namun hal itu bukanlah sebuah apologi yang melegalkan penambahan penumpang hingga kereta kelebihan beban.

Kaligung, sudah menjadi moda favorit warga Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Semarang yang sering harus menempuh jarak Semarang-Tegal. Dibanding bus, kereta api jauh lebih menarik. Tiket yang cukup murah, Rp 16 ribu (ekonomi) dan Rp 25 ribu (bisnis), Kaligung menjadi pilihan banyak orang. Selain itu, perjalanan menggunakan kereta membutuhkan waktu lebih cepat bila dibanding bus.

Rel kereta yang melewati pantai dari Kendal hingga Batang, juga saat melewati kawasan Pemalang, memiliki poin plus tersendiri. Sering para penumpang kereta sengaja berdiri sejenak untuk memandang pantai yang cukup bersih itu. hampir setengah jam penumpang kereta bisa menikmati keindahan pantai dan mencium aroma laut yang segar.

 Memang, semua kereta yang melewati jalur ini akan melewati pantai. Namun karena dipacu dengan kecepatan tinggi, para penumpang tidak akan dapat menikmati keindahannya. Berbeda dengan Kaligung, yang berjalan dengan kecepatan cukup rendah. Jika benar, bukan tidak mungkin kereta penghubung Semarang-Tegal ini akan memberikan kontribusi besar kepada perusahaan.

Meski jarak yang ditempuh tidak seberapa jauh, bukan berarti Kaligung bisa dianaktirikan. Selama ini, kamar kecil di kereta terkesan jorok, kebersihan gerbong juga kurang terjaga.

Perawatan kereta api harus ditangani secara serius. Kedisiplinan petugas membatasi jumlah penumpang juga harus ditegakkan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, baru ada perbaikan.

Makam Kyai & Nyai Pragulopati

Terletak di pinggir Jl.Raya Gunung Pati, Kota Semarang kurang lebih 50 m dari pasar Gunung Pati. Kyai dan Nyai Pati adalah nama lain dari Kyai/Nyai Kembang Joyo Kusumo, yaitu pembuka daerah dan penguasa pertama di wilayah Gunung Pati, karena beliau berasal dari Kabupataen Pati maka disebut Kyai/Nyai Pati.

Gardu Pandang Gombel

Image

Tugu Tabanas

Taman yang berada di tanjakan Gombel ini dahulu dikenal dengan Taman Tabanas. Sebagai daerah perbukitan, daerah ini lebih sejuk dari Semarang baawah. Dan dari sini kita bias menikmati pemandangan Kota bawah. Di sekitar tempat ini banyak berdiri Hotel dan restoran. Terletak di Jalan Setiabudi berjarak kurang lebih 8 Km dari tugumuda. Terbuka untuk umum dan setiap saat.

Image

Pemandangan semarang pada malam hari dilihat dari Taman Gombel

Pagoda Avalokitesvara

Image

Pagoda Avalokitesvara

Bangunan indah ini terdiri atas tujuh tingkat. Tiap tingkat memiliki 4 buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap keempat penjuru.Pembangunanya dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat Budha akan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman. Yang sebelumnya ditempat ini hanya ada vihara kecil yang sudah berdiri sejak 1957. Kemudian pada tahun 2005 dibangunlah Pagoda Avalokitesvara yang rencana pembangunanya hanya membutuhkan waktu 8 bulan tetapi karena menunggu barang-barang dan patung dari Cina penyelesaiannya mundur menjadi 10 bulan.Pagoda ini mempunyai banyak keistimewaan karena dari mulai genteng, aksesori, relief tangga dari batu (9 naga) , kolam naga, lampu naga, air mancur naga hingga patung burung hong dan lilin, seluruhnya diambil dari Cina. Terletak di jalan Perintis Kemerdekaan terbuka untuk umum setiap hari.

Kawasan Pecinan
Image

Gapura Masuk Kawasan Pecinan

Di kawasan pecinan ini terdapat warung Semawis yang lokasinya di jalan Gang Warung Kelurahan Kranggan Kecamatan Semarang tengah. Disiini terdapat deretan warung kaki lima yang menjual aneka makanan yang dikenal paling enak di Semarang dengan nuansa Oriental yang sangat kental, tersdedia berbagai menu makanan seperti nasi tela, bakmi jowo, aneka masakan oriental khas gang warung, es marem, soto, aneka bubur, sate, ayam goreng, dll.Warung Semawis buka hari Jumat, Sabtu , Minggu pukul 17.00 sampai dini hari.

Image

Salah satu Klenteng
Image

Replika Kapal Chengho

Di Kawasan ini juga terdapat pasar yang mempunyai keunikan disbanding pasar – pasar lainnya, namanya pasar gang baru karena lokasinya di sepanjang gang baru. Walaupun tidak terlalu besar, tetapi pasar ini terbilang komplit. Tempat ini juga menjadi pusat akulturasi antar etnis. Para Pedagang ini saling berbaur dari etnis jawa dan cina.

Masjid Agung Jateng

ImageMasjid Agung Jawa Tengah bangunannya meneladani prinsip gugus model kluster dari Masjid Nabawi di Madinah. .Bentuk penampilan arsitekturnya merupakan gubahan baru yang mengambil model dari tradisi para wali dengan membubuhkan corak universal arsitektur Islam pada pada bangunan pusatnya dengan menonjolkan kubah utama yang dilengkapi dengan minaret runcing menjulang di keempat sisinya.

Masjid beserta fasilitas pendukungnya terletak di jalan Gajah Raya, Keluarahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari menempati tanah bandha Masjid Agung Semarang seluas 10 ha dan mampu menampung jamaah lebih kurang 13.000 orang.

Image

Menara Masjid Agung Jawa Tengah

Disamping bangunan Masjid disini juga dilngkapi fasilitas-fasilitas yang lain seperti : ruang kantor, ruang kursus dan pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah dan auditorium. Dalam uapaya penggalian dana , dalam kompleks juga dibangun galeri pertokoan, ruang kantor yang disewakan, hotel dan toko cinderamata .

Masjid Menyanan

Masjid yang pertama kali ditemukan oleh Kiai Maskur Hamzah ini menurut ceritanya pernah dipergunakan oleh Pangeran Diponegoro. Terletak di Ujung Gang Besen tidak jauh dari kawasan Pecinan. Bentuknyapun sudah berubah total karena sudah direnovasi tiga kali masing-masing tahun 1970, 1980, dan terakhir tahun 2000. Satu-satunya bagian asli bangunan yang masih disisakan oleh pengurus masjid adalah keenam sokoguru (empat dianaaranya tertera tulisan Arab) dan rangka atap masjid ini.

Image

Masjid Taqwa Sekayu
Image

Masjid Taqwa Sekayu

Masjid yang terletak di kampung sekayu ini didirikan oleh Kiai Khamal seorang ulama yang berasal dari Cirebon.Ketika pada tahun 1413 dia melakukan lawatan kedaerah pesisir utara Jawa. Setibanya di Semarang . Kiai Khamal singgah ke sebuah desa perdikan bernama Pekayuan (kp.Sekayu) dan mendirikan sebuah langgar yang diberi nama Masjid Pekayuan.

Masjid Besar Kauman

Image

Masjid Besar Kauman

Masjid yang didirikan oleh ulama besar Semarang berdarah Arab bernama Maulana Ibnu Abdul Salim alias Kiai Pandan Arang ini berlokasi disekitar pasar Johar.

Image

Menara Masjid Besar Kauman

Konon ceritanya , Masjid ini pernah terbakar pada tahun 1885 gara-gara tingginya melebihi Masjid Agung Demak dan dibangun kembali atas bantuan Asisten Residen Semarang GI Blume dan Bupati Semarang Raden Tumenggung Cokrodipuro yang selesai pada tahun 1889 diarsiteki oleh GA Gambier. Dari tanganya lahir masjid berasitektur atap tiga susun dengan puncak berhiaskan mustaka.

Klenteng Gedung Batu

Image

Klenteng Sam Poo Kong

Dibangun oleh seorang dari Tiongkok bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatanya ke Semarang . Klenteng ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai Kota Semarang. Tiap tahun bertepatan tanggal 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poo Tay Djien. Diawali dengan pawai dari Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombok menuju Klenteng Sam Poo Kong. Terletak di Jl. Simongan 129 kurang lebih 2 Km dari Tugu Muda kea rah Barat Daya, dibuka untuk umum setiap saat selama 24 jam penuh.

Image

Pusat Oleh-oleh

Image

Kawasan Oleh-oleh yang ada sepanjang Jl. Pandanaran

Masyarakat yang ingin membeli makanan dan oleh – oleh khas Semarang bias dating di sepanjang Jalan Pandanaran. Bagi para Wisatawan yang datang atau melewati Kota Semarang rasanya kurang lengkap jika tidak mampir di pusat Jajan Pandanaran untuk membeli oleh – oleh. Di tempat ini tersedia : Bandeng duri lunak, wingkobabat, lumpia, otak-otak, moci, cinderamata dan aneka jajan lainnya. Oleh – oleh yang di jual di toko-toko sepanjang jalan Pandanaran selain dijamin higienis, kualitas terjaga dan harga tercantum.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: